Home > Tokoh > Yap Thiam Hien

Yap Thiam Hien

Yap_thiam_hien_2

id.wikipedia.org

Saya mendengar nama Yap Thiam Hien ketika saya kuliah di fakultas hukum Unika Atma Jaya sekitar tahun 2000. Ada satu buku membahas tentang beliau dan saya membacanya. Hal yang membuat saya tertarik untuk membaca buku tersebut karena saya melihat bahwa Yap seorang advokat, keturunan Cina, dan beragama Kristen. Ketika saya kuliah, keturunan Cina yang menjadi advokat tidak begitu banyak. Melihat seorang seperti Yap menjadi advokat di jaman Indonesia baru merdeka memberikan kesan tersendiri yang sangat menarik bagi saya.

Di dalam buku yang saya baca, Yap digambarkan sebagai seorang advokat yang sangat jujur, disiplin, dan selalu siap untuk melayani orang lain. Muncullah kekaguman saya kepada beliau. Bahkan, ada suatu cerita dimana ketika ada suatu acara keluarga untuk pergi bersama, karena keluarga Yap tidak tepat waktu, Yap membawa mobil dan meninggalkan keluarganya. Tindakan Yap saat itu sangat keras. Tidak semua anggota keluarga dapat menerima perlakuan keras seperti itu. Namun, dengan tindakannya, terlihat sekali bahwa Yap ialah seorang yang berprinsip. Ketika berbicara tentang prinsip, jika suatu prinsip tidak dipertahankan dengan sungguh-sungguh, maka hal itu bukanlah suatu prinsip. Jadi, “keras” atau “tidak kerasnya” seseorang dalam mempertahankan suatu prinsip perlu dilihat secara lebih mendalam dan obyektif.

Yap lahir tanggal 25 Mei 1913. Ia lulusan Universitas Leiden dengan gelar meester in de rechten pada tahun 1947. Ia ikut mendirikan Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) yang pada akhirnya melebur menjadi IKADIN. Yap juga memperoleh gelar doctor honoris causa di bidang ilmu hukum dari Vrije Universiteit, Belanda.

Saya menyadari bahwa nama Yap Thiam Hien tidak begitu beken di kalangan advokat muda. Rasa-rasanya tidak begitu banyak rekan-rekan advokat di angkatan saya yang mengenal beliau. Yap bukanlah seorang advokat yang digambarkan hebat dan sukses di dalam karirnya serta bergelimang harta, seperti yang menjadi idola advokat-advokat muda pada umumnya. Yap seorang yang sangat sederhana, pejuang hak asasi manusia, dan sering memberikan pembelaan tanpa bayaran (pro bono). Mungkin karena itu juga, Yap tidak begitu dikenal oleh advokat-advokat muda saat ini.

Dalam kenyataannya, Yap seorang yang sangat berani membela kebenaran dan memperjuangkan hak-hak asasi manusia. Karena semangatnya yang begitu besar untuk memperjuangkan kebenaran, Yap juga terjun ke dunia politik. Namun, seperti yang telah diketahui, seseorang yang berprinsip teguh, jujur, dan lurus, sulit untuk bisa diterima di kalangan politikus yang cenderung oportunistik.

Yap merupakan salah satu pendiri Lembaga Bantuan Hukum yang saat ini menjadi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Beberapa advokat senior seperti Abdul Hakim Garuda Nusantara, Adnan Buyung Nasution, dan Luhut MP Pangaribuan mengenal beliau. Bahkan, dalam buku yang baru diterbitkan oleh Tempo, berjudul Yap Thiam Hien, 100 Tahun Sang Pendekar Keadilan, Yap digambarkan sangat dekat dengan Bang Buyung.

Untungnya, perjuangan dan perjalanan hidupnya saat ini dapat dikenang melalui Yap Thiam Hien Award. Award ini diberikan untuk mereka yang memperjuangkan dan membela hak asasi manusia. Setidak-tidaknya, dengan adanya award ini, orang-orang yang tidak mengenal Yap bisa mulai mengenal Yap, dan yang sudah mengenalnya, selalu ingat akan sosok Yap.

Kepribadian dan nilai hidup seorang Yap sangat relevan dan penting mengingat keadaan dewasa ini. Korupsi merajalela di berbagai lini. Bahkan, banyak pihak yang membangga-banggakan kehebatannya karena bisa melakukan manuver-manuver canggih agar lolos dari pengawasan aparat hukum. Hal yang tidak benar malah menjadi suatu hal yang “hebat” dan “luar biasa”. Ilmu hukum menjadi tidak terasah karena ada hal-hal yang dapat diselesaikan melalui jalur “di luar peradilan”. Argumentasi hukum cukup dibuat sekedarnya karena “kekuatan” di luar jalur hukum sudah ada di tangannya. Virus ini menyebar ke mana-mana dan mempengaruhi seluruh struktur hukum yang ada di Indonesia. Sebagai akibatnya, banyak orang-orang yang seharusnya memperoleh keadilan, tidak dapat memperoleh keadilan yang pantas diterimanya sesuai hukum dan keadilan. Hal-hal ini dapat disaksikan setiap hari, setiap saat, dan membuat sedih dan menyiksa orang-orang yang masih mencintai keadilan dan kebenaran.

Oleh karena itu, advokat dan siapapun perlu meneladani seorang Yap. Saya yang juga seorang keturunan Cina sangat bangga dan bahagia akan hadirnya Yap di dunia peradilan dan perpolitikan Indonesia. Meski dia keturunan Cina, terlihat sekali bahwa dia sangat Indonesia dan sangat mencintai profesinya sebagai advokat yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Sosok Yap menjadi teladan bagi saya dan tentunya bagi banyak orang yang meneladani hidup Yap. Yap adalah aset bangsa yang perlu dikenang. Karakter dan kepribadian seorang Yap perlu terus menerus dijunjung karena nilai-nilai yang dipertahankan oleh Yap adalah nilai-nilai mulia yang semakin sulit ditemui dewasa ini. Semoga dengan mengingat nama Yap, setidak-tidaknya setiap orang diingatkan kembali akan pentingnya kejujuran, keadilan, dan kebenaran.

  1. Random Ppl
    October 21st, 2013 at 08:58 | #1

    Setuju dengan artikel diatas. Memang banyak yang perlu diingatkan kembali tentang perjuangan almarhum YTH. Sayang sekali cucu beliau yang cantik tidak meneruskan perjuangan YTH di bidang litigasi ;)

  2. October 22nd, 2013 at 17:28 | #2

    The truth, the whole truth and nothing but the truth. Kebenaran, seluruh kebenaran dan hanya kebenaran, begitulah gaya sumpahnya dalam perjalanan undang undang Inggris dan begitulah kebenaran yang Yap Thiam Hien praktikkan . Eddy Leks serta advokat2 dewasa ini harus mempertahankan kebenaran ini.

  3. November 13th, 2013 at 13:21 | #3

    sangat menyenangkan bagi saya ada sesosok orang seperti yap menjelma sebagai hukum berjalan dan asasinya menjadi primental bagi saya pemula dalam hal psikologi…